Validitas dan Reabilitas Kuesioner Community-based Mental Health System (CMHS) untuk Mengukur Sistem Kesehatan Jiwa Komunitas di Indonesia
Kata Kunci:
Kesehatan jiwa, validitas reabilitas CMHSAbstrak
Latar Belakang: Penyakit mental merupakan masalah global yang serius dengan prevalensi tinggi dan dampak besar, termasuk meningkatnya angka bunuh diri dan hilangnya produktivitas kerja. Di Indonesia, data menunjukkan tingginya angka gangguan mental, dengan jutaan orang mengalami masalah emosional dan depresi, namun sebagian besar tidak mendapatkan perawatan yang memadai akibat keterbatasan sumber daya, stigma, dan diskriminasi. Untuk mengatasi hal ini, WHO mengembangkan Model Network of Community-based Mental Health Services sebagai kerangka kerja layanan kesehatan jiwa yang terintegrasi di tingkat komunitas.
Tujuan: Menilai validitas dan reliabilitas kuesioner berbahasa Indonesia yang digunakan untuk mengukur sistem kesehatan jiwa masyarakat berdasarkan model WHO. Langkah ini diharapkan dapat mendukung pengembangan layanan kesehatan jiwa yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer dari 76 pekerja di Pusat Kesehatan Jiwa Nasional RSJ Dr. H. Marzoeki Mahdi. Instrumen yang digunakan menggunakan kuesioner Community-based Mental Health System (CMHS). Survei diisi secara mandiri oleh responden di bawah pengawasan peneliti, dengan waktu pengerjaan sekitar 15 menit per responden. Analisis data dilakukan untuk uji validitas dan reabilitas.
Hasil: Berdasarkan hasil uji validitas yang dilakukan untuk instrument pengetahuan dan sikap diperoleh nilai r hitung (Corrected item –Total Correlation) berada diatas nilai dari r tabel (r=0,226) dinyatakan semua pertanyaan dinayatakan valid sedangkan hasil uji realibilitas yang dilakukan untuk instrument pengetahuan dan sikap diperoleh nilai Cronbach’s Alpha > r tabel (0.6) dimana pengetahuan sebesar 0.886 dan sikap sebesar 0.967.
Kesimpulan: Hasil penelitian ini dapat di simpulkan bahwa pertanyaan pada instrument sikap yang sudah dibentuk valid dan reliabel.
Unduhan
Referensi
WHO. Mental disorders, https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/mental-disorders (2022, 2024).
JSI. Making Person-centered Mental Health Care a Reality, https://www.jsi.com/person-centered-mental-health-care/ (2022, 2024).
RI K. Kemenkes Beberkan Masalah Permasalahan Kesehatan Jiwa di Indonesia, https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20211007/1338675/kemenkes-beberkan-masalah-permasalahan-kesehatan-jiwa-di-indonesia/ (2021, 2024).
RI K. Definisi Gangguan Jiwa dan Jenis-jenisnya, https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/2224/definisi-gangguan-jiwa-dan-jenis-jenisnya (2023, 2024).
Wolff HN. Projected number of people suffering from mental disorder in Indonesia from 2017 to 2024 (in millions). 31 March 2022.
WHO. Mental health, https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/mental-health-strengthening-our-response/?gclid=Cj0KCQiAjMKqBhCgARIsAPDgWlzY6xNbwhVa3pBO0qA_l7AQMddYVhPXI-KSJNILfrGspgMGSales7UaArkbEALw_wcB (2022, 2024).
WHO. Guidance and technical packages on community mental health services: promoting person-centred and rights-based approaches. WHO (2021).